Dua server, satu data
Server utama dan backup saling sinkron realtime. MikroTik terhubung ke keduanya — bebas RADIUS timeout.
Dua server aktif yang tersinkron realtime — satu bermasalah, pelanggan Anda tetap bisa login. Tagihan, isolir, pembayaran, mitra, dan voucher dalam satu aplikasi.
Keandalan dua server, penagihan otomatis, dan alat kerja untuk mitra serta teknisi.
Server utama dan backup saling sinkron realtime. MikroTik terhubung ke keduanya — bebas RADIUS timeout.
Jatuh tempo langsung isolir; begitu dibayar, internet pelanggan aktif lagi tanpa perlu reconnect.
Portal pelanggan di subdomain Anda: payment gateway, transfer, atau kode unik — tagihan langsung lunas.
Saldo dan limit konsinyasi mitra, setoran tercatat rapi. Generate hingga 1.000 voucher sekali cetak.
Tiket pemasangan dan gangguan, peta ODP, serta atur WiFi ONU pelanggan langsung dari billing.
Data dari billing lama diimpor — pelanggan, paket, mitra, NAS, voucher — dengan kode pelanggan tetap.
Tidak perlu lagi menagih satu per satu atau mematikan pelanggan secara manual di MikroTik.
Setiap MikroTik didaftarkan ke dua server RADIUS sekaligus. Data kedua server tersinkron realtime, jadi server mana pun yang menjawab, datanya sama.
Database dan RADIUS aktif, melayani login PPPoE & Hotspot serta aplikasi billing.
Salinan realtime yang juga aktif — mengambil alih tanpa jeda bila server 1 bermasalah.
Isolir, buka isolir, ganti paket, dan putus sesi dikirim ke MikroTik (CoA) seketika — tanpa menunggu pelanggan reconnect.
| Keadaan | Billing server tunggal | LeleRadius dual server |
|---|---|---|
| Server billing mati / gangguan | Pelanggan gagal login, RADIUS timeout | Server kedua melayani, pelanggan tetap login |
| Data pelanggan & tagihan | Satu salinan di satu tempat | Dua salinan, tersinkron realtime |
| Pemeliharaan server | Layanan harus berhenti sementara | Bergantian, layanan tetap jalan |
| Isolir & buka isolir | Sering menunggu pelanggan reconnect | Langsung lewat CoA ke MikroTik |
Semua router yang berbicara RADIUS — PPPoE maupun Hotspot.
MikroTik dan Huawei NetEngine dikenali otomatis — batas kecepatan, kuota, dan profil QoS dikirim sesuai mereknya. Router lain memakai RADIUS standar; pengaturan batas kecepatan menyesuaikan konfigurasi router.
Hak akses per pengguna — setiap peran hanya melihat menu dan data yang menjadi bagiannya.
Paket, NAS, tarif, laporan, dan pengaturan seluruh cluster.
Tunai, transfer, atau gateway — tagihan lunas dan layanan aktif.
Pemasangan baru dan gangguan, lengkap dengan peta dan data ONU.
Voucher, pendaftaran pelanggan, dan pelunasan dari saldo atau limit.
Lihat tagihan dan bayar di portal, tanpa perlu datang ke loket.
Pelanggan online, tagihan isolir, voucher, transaksi, dan status kedua server — widget bisa diatur sesuai kebutuhan tiap peran.
Contoh saja — di aplikasi, widget dipilih & diurutkan sesuai kebutuhan tiap peran.
Ilustrasi — angka hanya contoh.
Isi data perusahaan dan pilih paket di halaman pendaftaran. Nomor WhatsApp diverifikasi dengan kode OTP.
Pengajuan ditinjau pengelola platform. Kabar aktivasi dikirim lewat WhatsApp, lengkap dengan alamat portal Anda.
Tambahkan NAS, salin script yang disediakan ke terminal MikroTik, lalu mulai daftarkan atau impor pelanggan.
Termasuk kekhawatiran yang paling sering muncul saat mau pindah dari billing lama.
Istilah dan alurnya mengikuti kebiasaan pengelola ISP di Indonesia — bukan sebaliknya. Ini yang langsung Anda temukan begitu masuk:
Pindah dari billing lama
Tenang — ada, dan namanya pun sama. LeleRadius dibangun bersama pengelola ISP yang pindah dari billing lama, jadi menu yang dipakai setiap hari (pelanggan, paket, voucher, mitra, tagihan, NAS, tiket) sudah tersedia sejak hari pertama. Kalau ada alur khusus yang belum ada, sampaikan saat mendaftar: permintaan pengguna adalah dasar pengembangan LeleRadius, dan fitur baru dirilis tanpa menunggu versi tahunan.
Yang berganti hanya wajahnya, bukan cara kerjanya. Dashboard bisa disusun per peran, field form yang tidak dipakai bisa disembunyikan, dan kasir hanya melihat menu yang ia butuhkan. Kotak Cek cepat di dashboard menemukan pelanggan atau voucher dalam sekali ketik. Umumnya tim sudah terbiasa dalam satu-dua hari kerja — tanpa kehilangan kebiasaan lama.
Tidak. Pelanggan, layanan, paket, mitra/agen, NAS, dan voucher — termasuk yang sudah terjual — diimpor dari billing lama. Kode pelanggan, username, dan password PPPoE dibawa apa adanya, jadi router pelanggan tidak perlu disetel ulang, dan tipe koneksi (PPPoE/hotspot) mengikuti data lama.
Tetap begitu. Mitra punya saldo atau limit konsinyasi, membuat voucher sendiri, menyetor, dan melihat piutangnya di menu Saldo Saya. Mitra juga bisa mencatat pembayaran pelanggannya — dan Anda yang menentukan apa saja yang boleh ia ubah.
Tidak — pindahnya pelan dan aman. Billing lama tetap jalan: data diimpor lebih dulu, Anda mencoba dengan tenang, lalu MikroTik diarahkan ke LeleRadius satu per satu dengan menempel script dari menu NAS. Pelanggan tidak merasakan apa-apa, dan Anda selalu punya jalan kembali.
Umum
Billing dan RADIUS berjalan di dua server di dua lokasi, dan setiap perubahan data langsung disalin ke server satunya. MikroTik didaftarkan ke keduanya, sehingga login pelanggan tetap dilayani walau salah satu server sedang bermasalah.
Tidak wajib. NAS bisa terhubung lewat tunnel VPN yang disediakan, atau langsung lewat IP publik bila ada. Script pengaturannya dibuat otomatis sesuai pilihan itu.
Bisa. Data pelanggan, layanan, paket, mitra, NAS, dan voucher dapat diimpor, dan kode pelanggan lama tetap dipakai supaya pelanggan tidak bingung.
Lewat portal pelanggan (payment gateway, transfer dengan bukti, atau transfer kode unik), lewat kasir, atau lewat mitra. Begitu lunas, layanan langsung aktif kembali.
Pilihan paket dan rincian kuotanya ditampilkan di halaman pendaftaran, sebelum Anda mengirim pengajuan.
Daftar hari ini — pengajuan ditinjau pengelola platform dan kabarnya dikirim lewat WhatsApp.
Daftar billing sekarang